Sumbangan

Data Proyek MOR (Gerakan Pemulihan) dan Asosiasi LSM Bali dikumpulkan saat melakukan upaya bantuan makanan dan penilaian kesehatan mental mencerminkan - Depresi, Kecemasan, Keputusasaan dan Ide Bunuh Diri telah meningkat 100% di komunitas dan masyarakat Bali sejak pandemi COVID dimulai di sini di Pulau Dewata.

Dengan 80% pekerjaan yang berasal dari industri pariwisata dan asrama kami ditutup, tanpa sistem kesejahteraan, dan sumber daya yang minim, banyak orang Bali, Indonesia, dan Barat sama-sama berjuang dengan Masalah Kesehatan Mental dan pemikiran untuk Bunuh Diri. Tidak ada layanan Kesehatan Mental inklusif di Bali, juga tidak ada ruang sumber daya komunitas untuk membantu orang dan keluarga dengan tekanan pada saat dibutuhkan.

Gerakan Pemulihan (Proyek MOR), Bali Bersama Bisa (BBB) ​​yang didukung oleh Yayasan Malamadre dan Kabupaten Joshua telah bersatu untuk mendukung Bali dengan masalah-masalah ini dan menggalang dana untuk Saluran Bantuan LISA (Love Inside Suicide Awareness) dan membantu Proyek MOR membentuk Komunitas Ruang Sumber di Bali mendukung masalah Kesehatan Mental dan menawarkan Pilihan Gaya Hidup Positif.

LISA Helpline adalah Hotline 24 jam dengan panggilan kehadiran pribadi yang terlatih secara profesional untuk semua yang membutuhkan dukungan, konseling, dan intervensi pada saat krisis yang akan diluncurkan 28 Maret 2021

MOR Project, dan Bali Bersama Bisa Community (kolaborasi 11 LSM) bertujuan untuk mencapai Community Resource Space pada tahun 2021 dengan menyediakan layanan LISA Helpline, konseling, kelompok pendukung, program pemberdayaan dan perawatan profesional dengan biaya minimal

  • $ 5 memungkinkan dua orang profesional yang berkualifikasi untuk melakukan sesi asesmen & konseling yang dapat menyelamatkan hidup mereka
  • $ 20 memungkinkan dua pekerja pendukung terlatih untuk menghadiri panggilan darurat dan panggilan penjangkauan sekali sehari
  • $ 50 untuk membayar konselor Indonesia yang terlatih secara profesional untuk bekerja 5 hari seminggu
  • $ 200 Anda memberikan keterampilan seorang pekerja pendukung yang terlatih secara profesional, untuk mendukung keluarga, individu, mengadvokasi mereka yang berada dalam situasi krisis dan mendidik masyarakat selama 1 bulan. Yang bisa menyelamatkan banyak nyawa.

"Bersama kita bisa"

Kami tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih kami dengan kata-kata atas donasi Anda, baik besar maupun kecil, setiap sen. Kami tidak bisa mengungkapkan rasa bersyukur kami lewat kata - kata atas donasi yang kalian berikan, apakah itu besar atau kecil, setiap nominalnya sangatlah berarti.

Sekali lagi kami terima Terima Kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam.

Bantu MOR Project menjalankan LISA Helpline yang siap diluncurkan 28 Maret 2021. Bantu dukungan untuk membayar para profesional dengan gaji minimal, melatih dan membimbing komunitas dan, orang-orang yang membutuhkan Dukungan Kesehatan Mental. Donasi Anda juga akan membantu MOR Project mencapai fasilitas yang melayani konseling, kelompok pendukung dan layanan yang membantu komunitas untuk kesejahteraan dan individu yang membutuhkan.

Donasi langsung masuk ke - rekening bank Yayasan Pergerakan Pemulihan (MOR Project) kami yang terakreditasi penuh.

Transfer Dana ke MOR

Gunakan tombol di bawah untuk memberikan donasi. Anda juga dapat mentransfer uang ke MOR.
Anda dapat menggunakan PayPal atau Kartu Kredit Anda. Cukup tulis jumlah US $ yang ingin Anda transfer.
PayPal tidak akan menerima pembayaran Kartu Kredit dari dalam Indonesia, silakan donasikan langsung ke Rekening Bank Amal yang disediakan di bawah.

Yayasan Semangat Pergerakan Pemulihan - Detail Perbankan

Bank: Mandiri
Nomor rekening: 175-00-0120728-0
Di bawah nama: Yayasan Semangat Pergerakan Pemulihan
Kode Swift Bank Mandiri: BMRIIDJA
Alamat: JL. Gatot Subroto Barat No. 98X, Kerobokan, Kuta Utara, Denpasar Denpasar 80361 Bali - Indonesia

Terima kasih atas dukungan Anda, kami bertujuan menghargai kontribusi Anda untuk membantu kami mewujudkan ini. Dan kami tidak bisa melakukan ini tanpamu.

Salam
Dari Yayasan Pergerakan Pemulihan & Tim Gerakan Pemulihan.